Malang, 2025 – Di tengah arus transformasi pendidikan digital, Universitas Negeri Malang (UM) kembali membuktikan komitmennya sebagai The Learning University melalui karya inovatif yang mengintegrasikan teknologi dan literasi dasar dalam pembelajaran sekolah dasar.
Tim peneliti yang dipimpin oleh Prof. Dr. Toto Nusantara, M.Si., bersama Dr. Oktaviani Adhi Suciptaningsih, M.Pd., Dr. Siti Mas’ula, M.Pd., Amina Divina P., S.Pd., dan Dr. Yulianti, M.Pd., berhasil mengembangkan Web Teachy Berbasis 6 Literasi Dasar pada Mata Pelajaran IPAS Kelas 6 SD. Karya ini telah resmi memperoleh perlindungan Hak Cipta dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia dengan Nomor Pencatatan 000905085, diumumkan pertama kali di Kota Malang pada 14 Mei 2025.
Transformasi Pembelajaran IPAS melalui Teknologi Cerdas
Web Teachy dikembangkan sebagai bagian dari penelitian unggulan Sekolah Pascasarjana UM yang berkolaborasi dengan SD Laboratorium UM Kota Blitar. Tujuannya: merevolusi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) agar lebih menarik, kontekstual, dan menumbuhkan enam literasi dasar — baca-tulis, sains, numerasi, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan. Prof. Toto Nusantara menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan guru dan murid terhadap media pembelajaran yang interaktif dan adaptif terhadap era digital.
“Web Teachy bukan sekadar media belajar, tapi jembatan menuju pembelajaran yang menyenangkan, reflektif, dan memupuk kecerdasan literasi siswa sejak dini,” ungkapnya.
Platform ini menggabungkan pendekatan Project-Based Learning (PjBL) dengan fitur digital interaktif seperti video pembelajaran, kuis, simulasi, infografis, dan permainan edukatif, sehingga murid dapat belajar sambil berkreasi dan bereksperimen.
Membangun Literasi Dasar dengan Pendekatan Holistik
Web Teachy dirancang untuk mendorong pembelajaran bermakna dan menyenangkan. Setiap aktivitas di dalamnya mengandung unsur literasi yang konkret:
- Literasi baca-tulis: siswa membaca sumber pengetahuan dan menulis laporan hasil eksplorasi;
- Literasi sains: siswa menganalisis fenomena alam dan sosial berbasis data;
- Literasi numerasi: diterapkan melalui latihan coding sederhana dan soal berbasis logika angka;
- Literasi digital: dikembangkan lewat interaksi multimedia seperti peta konsep dan poster digital;
- Literasi finansial: siswa belajar manajemen waktu dan sumber daya dalam proyek;
- Literasi budaya dan kewargaan: melalui eksplorasi video pembelajaran tentang masyarakat Indonesia dan negara ASEAN.
Menurut hasil uji coba di SD Laboratorium UM Kota Blitar, penggunaan Web Teachy meningkatkan minat belajar, rasa ingin tahu, serta pemahaman konseptual siswa terhadap materi “Indonesia dan Masyarakat Dunia”. Bahkan, 90% siswa menyatakan pembelajaran terasa “seperti bermain game tapi tetap belajar”.
Kolaborasi Akademik dan Dampak Nyata
Proyek ini tidak hanya melibatkan dosen dan mahasiswa SPs UM, tetapi juga kolaborasi lintas negara dengan Dr. Siti Salina Mustakim dari Universiti Putra Malaysia (UPM). Kerja sama ini memperkuat dimensi internasional dalam riset pembelajaran abad ke-21. Selain HKI, tim peneliti juga telah menyiapkan artikel ilmiah untuk book chapter bereputasi Scopus serta dokumentasi implementasi model di lapangan. Keberhasilan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya inovasi dan teknologi dalam menciptakan pengalaman belajar yang inklusif dan berdaya saing global.
Langkah UM Menuju Pendidikan Cerdas Digital
Inovasi Web Teachy menegaskan komitmen Universitas Negeri Malang untuk menjadi pionir dalam pengembangan pendidikan berbasis kecerdasan buatan (AI) dan literasi digital.
Melalui platform ini, guru terbantu dalam menyiapkan pembelajaran kontekstual dan siswa mendapat pengalaman belajar yang aktif, kolaboratif, dan bermakna. Sebagaimana disampaikan oleh Dr. Oktaviani Adhi Suciptaningsih: “Teachy adalah simbol bagaimana teknologi dapat bersanding dengan nilai-nilai pendidikan. Ia membantu guru, tapi juga menumbuhkan karakter dan kreativitas siswa.”