MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan riset inovatif berbasis kolaborasi internasional melalui Program Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) – EQUITY. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Syamsul Bachri, S.Si., M.Sc., Ph.D. (Dosen Fakultas Ilmu Sosial sekaligus Sekolah Pascasarjana UM), bekerja sama dengan Prof. Dewi Liesnoor Setyowati, M.Si. (Universitas Negeri Semarang), Dr. Bayu Wijayanto, M.Pd. (Universitas Negeri Padang), serta mitra internasional Prof. Rajendra Prasad Shrestha dari Asian Institute of Technology (AIT).
Riset ini berfokus pada pengembangan pembelajaran berbasis metaverse untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana vulkanik pada siswa sekolah dasar di Indonesia. Penelitian dilakukan di beberapa kawasan rawan erupsi Gunungapi seperti di Gunung Merapi (Jawa Tengah), Marapi (Sumatera) dan khususnya di Gunung Semeru (Jawa Timur), di Desa Supiturang, Kabupaten Lumajang, yang merupakan wilayah terdampak langsung erupsi tahun 2025.
Dalam pelaksanaannya, tim peneliti mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis digital immersion melalui Metaverse dan Virtual Field Trip (VFT). Teknologi ini memungkinkan siswa belajar mitigasi bencana melalui simulasi interaktif dan lingkungan virtual yang menyerupai kondisi nyata, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual, menarik, dan mudah dipahami.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang mencakup tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Melalui pendekatan ini, produk pembelajaran tidak hanya dirancang secara sistematis, tetapi juga diuji langsung untuk melihat efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi metaverse dan Virtual Field Trip memberikan dampak positif dalam pembelajaran kebencanaan. Siswa menjadi lebih memahami risiko bencana di lingkungan mereka, lebih siap dalam menghadapi situasi darurat, serta lebih terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.
Menurut Prof. Syamsul Bachri, inovasi ini menjadi langkah penting dalam transformasi pendidikan kebencanaan di era digital. “Pendekatan berbasis metaverse memungkinkan siswa belajar secara langsung melalui pengalaman virtual yang realistis. Ini tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga membentuk kesiapan tindakan,” jelasnya.
Penelitian ini juga menegaskan pentingnya integrasi teknologi dalam pendidikan, khususnya di negara dengan tingkat kerentanan bencana tinggi seperti Indonesia. Selain itu, kolaborasi lintas perguruan tinggi dan institusi internasional menjadi kekuatan utama dalam menghasilkan inovasi yang relevan dan berdampak luas.
Ke depan, hasil riset ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan kebencanaan di Indonesia, sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang lebih tangguh dan adaptif dalam menghadapi risiko bencana. Melalui riset kolaboratif ini, Universitas Negeri Malang kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membangun ketahanan bencana di Indonesia.