
Malang, 17 November 2024 – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Sekolah Pascasarjana (SPS) Universitas Negeri Malang (UM) memanfaatkan lahan kosong di lingkungan kampus dengan menanam berbagai jenis umbi-umbian. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen universitas dalam memberikan solusi konkret terhadap tantangan ketahanan pangan dan optimalisasi lahan.
Direktur SPS UM, Prof. Dr. Adi Atmoko, M.Si., M.Pd., menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata kontribusi akademisi terhadap masyarakat. “Kami ingin menjadikan lahan yang selama ini tidak termanfaatkan menjadi sumber daya produktif. Budidaya umbi-umbian dipilih karena tanaman ini memiliki potensi besar untuk mendukung kebutuhan pangan lokal,” jelasnya.
Umbi-umbian yang ditanam meliputi singkong, ubi jalar, talas, dan kentang. Proses pengelolaan melibatkan dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan SPS UM dalam semangat kolaborasi dan gotong royong. Langkah ini juga diintegrasikan dengan program pembelajaran mahasiswa, sehingga mereka mendapatkan pengalaman praktis sekaligus mengembangkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan.
Hasil panen nantinya akan dimanfaatkan untuk konsumsi internal dan didistribusikan kepada masyarakat sekitar sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, proyek ini juga dirancang untuk menjadi model percontohan bagi institusi pendidikan lain, baik di tingkat lokal maupun nasional.
“Kami berharap langkah ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk memanfaatkan lahan kosong dengan cara yang produktif. Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama, dan melalui program ini kami ingin memberikan contoh bahwa langkah kecil bisa membawa dampak besar,” tambah Prof. Adi Atmoko.
Program ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Malang dan berbagai pihak terkait. Kepala Dinas Pertanian Kota Malang, Ir. Rahayu Budiarti, mengapresiasi langkah inovatif ini. “Inisiatif SPS UM sangat strategis, terutama dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pangan lokal. Semoga menjadi contoh yang bisa diadopsi oleh pihak lain,” ujarnya.
Dengan memanfaatkan lahan kosong untuk budidaya umbi-umbian, SPS UM tidak hanya mendukung ketahanan pangan tetapi juga mengedukasi masyarakat akan pentingnya keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam.