Universitas Negeri Malang (UM) melalui tim penelitian yang dipimpin oleh Prof. Syamsul Bachri, S.Si., M.Sc., Ph.D.(Dosen FIS sekaligus Sekolah Pascasarjana UM), melaksanakan kajian konservasi lingkungan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana akibat perubahan iklim di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur. Tim peneliti ini juga melibatkan akademisi dari UM (Mahasiswa S3 Pendidikan Geografi), yaitu Jaduk Arief Susetyo dan Made Dwipayana, serta mitra internasional dari Tanzania, Daudi Richard Malusu.
Kegiatan penelitian ini merupakan bagian dari kerja sama internasional melalui program International Research Network (IRN) yang melibatkan dosen Fakultas Ilmu Sosial (FIS) sekaligus Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM) dengan mitra akademisi dari Tanzania. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat kajian konservasi lingkungan dan mitigasi bencana melalui pertukaran pengetahuan lintas negara, khususnya pada wilayah yang rentan terhadap perubahan iklim.
Dalam pelaksanaannya, tim peneliti UM menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD), observasi lapangan, serta telaah dokumen. Pendekatan ini dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai praktik konservasi lingkungan yang telah berkembang dan diadaptasi oleh masyarakat setempat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Ngadas telah menerapkan beragam strategi konservasi berbasis kearifan lokal, seperti sistem terasering, agroforestri, perlindungan kawasan hutan di sekitar mata air, serta pengelolaan saluran drainase pertanian. Berbagai praktik tersebut terbukti berkontribusi dalam menjaga kestabilan lereng, mengurangi laju erosi, meningkatkan infiltrasi air, serta memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim di kawasan pegunungan.
Penelitian ini juga memiliki keterkaitan kuat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya mitigasi dan adaptasi berbasis masyarakat, serta SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui konservasi lahan dan perlindungan sumber daya alam. Selain itu, kolaborasi internasional yang terbangun turut mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan jejaring riset global antara Indonesia dan Tanzania.
Melalui kolaborasi internasional ini, UM tidak hanya memperkuat kualitas riset, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik antarnegara dalam pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Pengalaman lokal dari Desa Ngadas diharapkan dapat menjadi referensi global, sekaligus diperkaya dengan pembelajaran dari konteks Afrika, khususnya Tanzania.
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan peran strategis Universitas Negeri Malang dalam mendukung pengelolaan kawasan rawan bencana berbasis riset dan pemberdayaan masyarakat. Kajian konservasi lingkungan di kawasan Bromo Tengger Semeru ini menjadi bentuk kontribusi nyata UM dalam mendorong model mitigasi bencana yang tidak hanya berorientasi pada respons terhadap ancaman, tetapi juga pada penguatan kapasitas adaptasi masyarakat serta keberlanjutan ekosistem dalam jangka panjang.