OPTIMALISASI PEMBELAJARAN SASTRA MULTIKULTURAL SEBAGAI SARANA PENGUATAN KARAKTER DAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA PADA ERA MEA
Eka Kurniawan
Muhammad Rizqi Romadlon
Universitas Sebelas Maret, Jalan Ir. Sutami 36A Surakarta
Email: [email protected]
ABSTRAK: Derasnya arus globalisasi memberikan dampak bagi beberapa negara, tak terkecuali di kawasan ASEAN. Salah satu sikap tanggapnya terhadap era globalisasi adalah membentuk MEA. MEA merupakan singkatan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN, yang mana memiliki pola mengintegrasikan ekonomi ASEAN dengan cara membentuk sistem perdagangan bebas antara negara-negara anggota ASEAN. MEA telah berjalan sejak tahun 2015 yang dalam keterlaksanaannya ada unsur komunikasi budaya antar negara. Indonesia yang berada di dalamnya juga bisa dipastikan tak lepas dari hal menerima dan memberi pengaruh budaya. Terlebih lagi heterogenitas budaya Indonesia sangatlah kuat. Hal ini bisa menjadi ancaman dan peluang bagi Indonesia, bisa saja budaya yang seharusnya melekat sebagai karakter dan jati diri bangsa luntur dan terkikis keberadaannya. Oleh karena itu, perlu adanya penguatan atas keberadaan jati diri atau identitas kebangsaan, yakni dengan memanfaatkan sastra multikultural dalam pembelajaran sastra di sekolah. Sastra multikultutal berhubungan dengan perubahan masyarakat global dan lokal yang menjadi pluralistik. Tulisan ini nantinya apabila ditarik benang merahnya terkait dengan strategi pemanfaatan sastra multikultural dalam pembelajaran sastra di sekolah serta optimalisasi penguatan karakter dan jati diri bangsa di era MEA melalui sastra multikultural. Pada akhirnya, dengan melakukan penguatan karakter kebangsaan dalam pembelajaran sastra diharapkan akan mengimbangi pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia akibat pemberlakuan MEA.
Kata kunci: multikultural, pembelajaran sastra, karakter, jati diri, MEA