SENI PERTUNJUKAN WAYANG TIMPLONG SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERMUATAN KEARIFAN LOKAL

 

Dwiana Listiyaningtyas

Universitas Negeri Malang

SMPN 1 Gondang

Email: [email protected]

 

 

ABSTRAK: Pelajaran bahasa Indonesia di sekolah-sekolah bukan hanya tentang ilmu bahasa atau ilmu sastra, melainkan peningkatan kemampuan berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Indonesia saat ini diarahkan pada upaya membelajarkan siswa supaya mahir berbahasa dan bersastra Indonesia. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, media menjadi faktor penunjang kesusksesan belajar siswa. Wayang merupakan salah satu media yang bisa digunakan dalam penyampaian materi. Wayang merupakan kesenian tradisional asli milik Indonesia yang berkembang di masyarakat jawa dan Bali. Wayang dahulunya digunakan sebagai media penyebaran agama dan dimainkan dengan latar belakang budaya yang berbeda. Wayang Timplong adalah salah satu diantara jenis wayang yang ada di Indonesia. Kesenian wayang Timplong merupakan kesenian asli khas Nganjuk, Jawa Timur. Wayang ini terbuat dari kayu dan tangannya terbuat dari kulit. Dengan media audio visual mengenai pertunjukan wayang ini diharapkan mampu menghidupkan kesenian lokal yang hampir punah karena kurangnya pengetahuan siswa akan kearifan lokal. Dalam praktek pembelajaran di kelas, media berupa pertunjukan wayang timplong ini bisa menjadi alternatif media yang menarik. Peserta didik selain belajar mengenai legenda atau cerita rakyat juga akan mengenal tradisi di wilayahnya. Dimana di wilayah lain mungkin tidak akan ditemui wayang timplong. Tujuan dari pembelajaran ini diharapkan dapat memberikan pengaruh yang positif dengan menyadari bahwa keanekaragaman budaya akan memperkaya warisan budaya bangsa.

 

Kata kunci: wayang timplong, menulis kreatif, legenda, kearifan lokal