Putri, Alfiana Kusuma. 2015. Biodegradasi Limbah Cair Pengolahan Kulit Menggunakan Bakteri Amilolitik Indigen sebagai Bahan untuk Penyusunan Modul Biodegradasi pada Matakuliah Mikrobiologi. Tesis, Program Studi Pendidikan Biologi Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Endang Suarsini, M.Ked, (2) Prof. Dr. Hj. Mimien Henie I, M.S.

Kata Kunci : biodegradasi, limbah cair pengolahan kulit, bakteri amilolitik, indigen

 

Limbah industri penyamakan kulit merupakan sisa proses pengolahan kulit terdiri dari limbah padatan, lumpur, cair dan gas. Karakteristik limbah cair dari aktivitas pabrik pengolahan kulit adalah bewarna keabu-abuan, mengandung amilum dengan kadar tinggi, berbau busuk dan memiliki parameter fisik dan kimia berada di atas baku mutu yang telah ditentukan pada Peraturan Gubernur Jatim Nomor 72 Tahun 2013. Solusi alternatif dengan menggunakan bakteri indigen untuk mengolah limbah agar sesuai baku mutu melalui teknik biodegradasi. Bakteri yang digunakan adalah bakteri amilolitik indigen potensial mendegradasi zat organik dengan indikator penurunan kadar BOD, TSS, amilum dan menaikkan DO serta menetralkan pH. Matakuliah mikrobiologi Universitas Muhamadiyah Malang belum terdapat bahan ajar berbasis hasil penelitian biodegradasi sebagai acuan dalam kegiatan perkuliahan. Bahan ajar yang ada berupa makalah berisi materi diskusi dan presentasi, disusun oleh mahasiswa secara berkelompok dengan literatur berasal dari internet yang dikhawatirkan kevalidannya kurang. Hasil penelitian digunakan dalam penyusunan modul berbasis hasil penelitian matakuliah mikrobiologi. Penelitian bertujuan untuk mengaplikasikan biodegradasi bakteri indigen amilolitik terhadap akumulasi polutan pada limbah cair pabrik pengolahan kulit dan menghasilkan produk berupa modul pembelajaran berbasis hasil peneltian pada topik biodegradasi sebagai bahan ajar matakuliah Mikrobiologi.

Tahap penelitian dibagi menjadi dua tahapan. Tahap ke-1 merupakan tahap eksploratif dan eksperimen, menggunakan analisis varian ganda (ANAVA) dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) variabel bebas, yaitu variasi inokulan bakteri amilolitik indigen dan waktu pemaparan hari ke-0 sampai hari ke-7; 2) variabel terikat, yaitu kandungan zat organik amilum dalam limbah dengan parameter kadar BOD, TSS, DO dan pH; dan 3) variabel kontrol, yaitu suhu inkubasi yang digunakan adalah 37oC, kecepatan shaker adalah 121 rpm dan umur biakan murni bakteri adalah 1 x 24 jam. Penelitian tahap ke-2 merupakan penelitian pengembangan mengacu pada model Educational Research and Development Borg & Gall (1983) sampai pada tahap kelima, dengan tahapan Research and Information Collecting, Planning, Develop Preliminary Form of Product, Preliminary Field Testing, dan Main Product Revision. Data yang didapatkan adalah data kualitatif dan data kuantitatif.

Hasil penelitian memberikan beberapa kesimpulan, yaitu 1) terdapat 8 isolat bakteri yang berhasil diisolasi dari limbah cair pengolahan kulit dengan ciri karakteristik morfologi yang berbeda-beda; 2) interaksi variasi inokulan bakteri amilolitik indigen dan lama waktu pemaparan isolat berpengaruh terhadap degradasi amilum pada limbah cair pengolahan kulit; 3) terdapat 2 isolat yang paling potensial mendegradasi amilum pada limbah cair pengolahan kulit dan dideterminasi sebagai spesies Bacillus alvei dan Bacillus brevis; 4) kandungan bahan organik dalam limbah pengolahan kulit dengan indikator parameter kadar BOD, TSS dan amilum mengalami penurunan serta DO mengalami peningkatan dan pH netral; dan 5) telah dikembangkan modul berbasis penelitian dengan judul “ Modul Biodegradasi Amilum Upaya Rehabilitasi Perairan Tercemar Limbah Cair Pengolahan Kulit untuk mahasiswa Biologi S1 Universitas Muhamadiyah Malang”. Keunggulan modul ini adalah: 1) Disusun berdasarkan metodologi dan hasil penelitian, bersifat otentik dan kontekstual karena obyek penelitian berada di lingkungan sekitar mahasiswa; 2) Modul dapat memfasilitasi kemampuan berpikir mahasiswa dan berkembangnya keterampilan proses sains melalui kegiatan praktikum; 3) Modul dilengkapi kegiatan yang menuntut mahasiswa untuk dapat merumuskan hipotesis, melakukan observasi, melakukan eksperimen, membuat kesimpulan dan dapat mengkomunikasikan hasil penelitian.