Umaemah, Amroh.2015.Penggunaan Strategi RAFT Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Pada Siswa Kelas Delapan MTs Salafiyah Syafiiyah Babakan Ciwaringin Cirebon. Thesis. Program Pascasarjana pada Pendidikan Bahasa Inggris,Universitas Negeri Malang. Pembimbing:
(1) Prof. M. Adnan Latief, M.A.,Ph.D. (2) Dr. Enny Irawati, M.Pd.
Kata Kunci: Strategi RAFT, peningkatan, kemampuan menulis.
Walaupun ketrampilan menulis mempunyai peran yang signifikan dalam kehidupan sehari hari, nampaknya di MTs Salafiyah Syafiiyah Babakan Ciwaringin Cirebon,mengajarkan ketrampilan menulis mengalami kesulitan dalam meningkatkan kemampuan murid-murid dalam bidang tersebut. Hasil penelitian pendahuluan menjelaskan murid-murid MTs Salafiyah Syafiiyah mengalami kesulitan dalam hal : menuangkan ide, mengungkapkan topik, memilih kata– kata yang tepat, menggunakan tata bahasa yang sesuai dengan konteks kalimat dan rendahnya motivasi siswa dalam belajar ketrampilan menulis.
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas kolaboratif, yaitu kerjasama antara peneliti dan guru dalam menyiapkan prosedur strategi RAFT yang sesuai dengan kondisi siswa,membuat rencana pengajaran, menentukan kriteria kesuksesan belajar, melakukan tindakan, mengamati dan melakukan refleksi. Strategi ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan menulis teks pesan pendek. RAFT adalah strategi menulis dengan memahami empat komponen kegiatan proses menulis. Keempat komponen tersebut adalah: Role (Peran sebagai penulis), Audience (Tulisan tersebut ditujukan kepada siapa), Format ( bentuk tulisan yang dipilih) Topik (yang menjadi bahan tulisan atau subyek tulisan ). Keempat komponen tersebut merupakan kunci dalam menuangkan ide dan isi tulisan. Strategi ini dipilih karena telah banyak digunakan dan terbukti dalam berbagai penelitian. Pertanyaan penelitiannya adalah sejauh mana Strategi RAFT dapat meningkatkan kemampuan menulis teks pesan pendek pada siswa kelas dua MTs Salafiyah Syafiiyah Babakan Ciwaringin Cirebon.
Subyek penelitian ini adalah 30 siswa MTs Salafiyah Syafiiyah Babakan Ciwaringin Cirebon Jawa Barat tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan dua siklus, setiap siklusnya terdiri atas tiga kali pertemuan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, catatan lapangan, tes menulis dan questionnaire. Ada dua kriteria keberhasilan belajar, yaitu :1) Kemampuan murid-murid berhasil apabila seluruh siswa mencapai nilai minimum yang telah ditentukan, yaitu 55. 2) Keterlibatan siswa yang aktif dalam prosess implementasi RAFT mencapai 75 % .
Temuan penerapan strategi RAFT berhasil meningkatkan kemampuan menulis. Peningkatan dari siklus 1 sampai siklus 2, dibuktikan dengan kenaikan prosentase keberhasilan siswa sesuai kriteria keberhasilan belajar yang telah ditentukan. Kriteria keberhasilan pertama adalah jika seluruh siswa (100%) mencapai standar minimal atau lebih dari nilai standar (55) yang telah ditentukan, maka siswa dinyatakan berhasil dalam pelajaran menulis teks pesan singkat.Temuan penelitian memperlihatkan pada siklus pertama terdapat 60 %, sedangkan disiklus ke dua, 100% siswa berhasil mecapai nilai standar yang telah ditentuan (55), bahkan lebih. Kriteria kedua adalah Jika 75% siswa terlibat aktif dalam proses belajar mengajar. Disiklus 1 ada 74,24 % siswa sedangkan di siklus 2, 77,55% siswa terlibat secara aktif dalam kegiatan tersebut.Temuan lainnya adalah prosedur mengimplementasikan RAFT yang meliputi beberapa tahapan yaitu: (1) peneliti meminta siswa berkelompok dan memilih murid yang pandai menjadi pemimpin kelompok; (2) memperlihatkan strategi RAFT dari video; (3) Menjelaskan pentingnya RAFT dalam proses penulisan;(4) Membimbing siswa meneliti komponen RAFT sebagai alat mengungkapkan ide, yaitu Role yang maksudnya adalah penulis posisinya sebagai apa?,Audience siapa pembacanya?, Format, bentuk tulisannya apa? apakah surat, iklan, artikel, undangan, memo atau pesan pendek.Topik adalah apa yang ingin diungkap tulisan tersebut?; (5) memberikan latihan menuangkan RAFT;(6) Membimbing kelompok mengisi RAFT sesuai pernyataan yang ada?; (7) Mempresentasikan RAFT hasil diskusi; (8) Memberikan model RAFT untuk teks pesan pendek; (9) meminta kelompok meneliti rancangan RAFT untuk teks pesan singkat; (10) Menjelaskan RAFT utk tulisan teks pesan pendek serta ciri-cirinya; (11) Membimbing siswa untuk meneliti tata bahasa yang digunakan dalam teks pesan pendek; (12) Membimbing kelompok menulis RAFT dengan format teks pesan pendek;
913) Mengklarifikasi kelompok menulis RAFT sebagai proses pengumpulan gagasan; (14) Meminta kelompok meneliti komponen topik RAFTnya; (15) Membimbing siswa menemukan kata-kata yang sesuai dengan topik pada komponen RAFT; (16) Meminta kelompok menentukan tata bahasa yang digunakan sesuai dengan topik; (17) Meminta kelompok membuat rancangan tulisan berdasarkan RAFT yang telah dibuat; (18) Kelompok mempresentasikan RAFT dan rancangan tulisan didepan kelas; (19) Guru mengklarifikasi presentasi siswa; (20) Meminta setiap siswa membuat RAFT untuk teks pesan singkat; (21) Menuliskan rancangan tulisan pertama berdasarkan RAFT yang disusun; (22) meminta siswa merevisi dengan panduan , pertama direvisi sendiri kedua dengan temannya; (23) Jika diperlukan mintalah masukan dari guru; (24) Tulis kembali berdasarkan masukan dari teman dan guru; (25) Meminta murid-murid untuk mengedit sendiri dengan panduan editing; (26) Mengarahkan siswa mengedit rancangan tulisannya berdasarkan masukan dari teman maupun guru; (27) Menuliskan rancangan akhir tulisan berbentuk teks pesan pendek; (28) Meminta siswa mempublikasikan tulisannya di depan kelas, menempelkan di majalah dinding atau memposting di blog sekolah melalui internet.
Berdasar temuan dapat disimpulkan; strategi RAFT efektif meningkatkan kemampuan menulis dan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar bahasa Inggris. Para guru bahasa Inggris yang mempunyai masalah yang sama disarankan menerapkan strategi RAFT sebagai salah satu alternatif meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis. Bagi para peneliti yang akan datang disarankan melakukan penelitian sejenis dengan tingkatan sekolah yang berbeda serta setting, subyek dan ketrampilan berbahasa yang berbeda pula.