Malang – Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM) kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan wawasan global melalui program akademik internasional yang strategis. Pada Kamis, 30 Oktober 2025, sukses diselenggarakan acara Visiting Lecturer yang sangat dinantikan, berfokus pada dinamika dan tantangan krusial dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Acara bergengsi ini mengusung tema fundamental: “Human Resources: How Industry Can Contribute to the Development of Competence and Work-Ready Human Resources”, sebuah topik yang sangat relevan dengan upaya Indonesia dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi revolusi industri dan kebutuhan pasar kerja global.

Pemateri dari Praktisi dan Akademisi Internasional Berpengalaman

Kegiatan ini secara istimewa menghadirkan narasumber tunggal yang sangat mumpuni, Reinier Starink. Beliau adalah seorang figur yang menjembatani dunia akademik dan praktik profesional. Saat ini, Reinier Starink aktif sebagai Lecturer di ISCTE University, Portugal, sebuah institusi pendidikan tinggi terkemuka. Selain perannya di kampus, beliau juga memiliki rekam jejak yang kuat sebagai Business Consultant dengan pengalaman ekstensif di Portugal dan Malaysia. Keahlian ganda sebagai akademisi dan konsultan bisnis ini memberikan perspektif yang kaya dan seimbang mengenai tuntutan riil industri terhadap kompetensi SDM.

Kolaborasi Sinergis Pendidikan dan Industri

Dalam sesi presentasinya yang mendalam, Reinier Starink secara lugas memaparkan pentingnya menciptakan sinergi yang erat dan berkelanjutan antara institusi pendidikan, khususnya pendidikan kejuruan, dengan sektor industri. Beliau menekankan bahwa industri tidak boleh lagi diposisikan hanya sebagai ‘pengguna’ lulusan pasif. Sebaliknya, industri harus mengambil peran sebagai kontributor utama dan mitra aktif dalam proses pendidikan.

Starink memaparkan strategi praktis dan model kolaborasi yang berhasil diterapkan secara global, menunjukkan bagaimana sektor industri dapat:

  • Berpartisipasi aktif dalam merancang kurikulum agar relevan dengan kebutuhan teknologi dan pasar kerja terkini.
  • Menyediakan program magang dan pelatihan kerja yang terstruktur dan berdampak.
  • Berbagi teknologi, fasilitas, dan keahlian untuk menciptakan SDM yang siap kerja (work-ready) sejak hari pertama penugasan.

Beliau juga menyoroti bahwa pengembangan kompetensi harus bersifat adaptif dan mencakup tidak hanya hard skills teknis, tetapi juga soft skills kritis seperti pemecahan masalah, komunikasi, dan adaptabilitas.

Forum Khusus Mahasiswa S2 dan S3 Pendidikan Kejuruan

Acara Visiting Lecturer ini dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi S2 dan S3 Pendidikan Kejuruan Sekolah Pascasarjana UM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan perwujudan nyata dari komitmen UM untuk terus memperkaya wawasan mahasiswa dan dosen dengan best practices global. Tujuannya adalah memastikan bahwa kurikulum dan metode pengajaran di UM selaras dengan standar internasional, khususnya dalam konteks pendidikan kejuruan dan pengembangan SDM yang sangat relevan dengan kebutuhan pasar kerja nasional dan global.

Peserta utama dalam kegiatan ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi S2 dan S3 Pendidikan Kejuruan UM, yang mengambil manfaat langsung dari diskusi ini sebagai bekal untuk riset dan pengembangan profesional mereka. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh dosen Pendidikan Kejuruan Sekolah Pascasarjana. Kehadiran berbagai pihak ini menciptakan sebuah forum diskusi yang sangat produktif dan multidimensi, membahas secara komprehensif masa depan dan strategi pengembangan SDM di Indonesia yang kompetitif.