Sebagai salah satu kewajiban dosen untuk memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat telah dilaksanakan pada Jumat, 23 Mei 2025 di Sekolah Dasar Laboratorium UM. Kegiatan ini berfokus pada tema pembelajaran digital untuk memberdayakan kecakapan abad 21 siswa sekolah dasar. Pengabdian kepada masyarakat ini dihadiri oleh Kepala SD Laboratorium UM, Ibu Alvi Nurisnaini, S.Pd., dewan guru sebanyak 37 orang dari seluruh mata Pelajaran, Tim PkM yang terdiri dari dosen diketuai oleh Dr. Aynin Mashfufah, M.Pd. dan mahasiswa S2 Pendidikan Dasar. Dalam sambutannya, Ibu Alvi Nurisnaini, S.Pd., memberikan apresiasi atas program yang dilaksanakan sebagai wadah untuk berbagi praktik baik, diskusi dan meningkatkan wawasan bagi kedua belah pihak, tentunya bukan hanya secara teori namun juga praktik pembelajaran di sekolah dasar di era pembelajaran digital saat ini.

Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan dalam dua tahap yaitu tahap edukasi dan tahap pendampingan. Tahap edukasi disini mencakup ruanglingkup diantaranya latar belakang pengembangan pembelajaran digital yang saat ini diinisiasi oleh kebutuhan belajar siswa di era disrupsi teknologi, perubahan paradigma dalam pembelajaran bahwasannya peserat didik harus berperans ebagai subjek belajar yang memiliki hak untuk mendapatkan pembelajaran yang menyenangkan, literasi digital yang harus terus dikuatkan agar peserta didik bukan hanya cakap menggunakan teknologi digital namun bisa mengolah informasi dengan lebih baik, serta pembelajaran yang bermakna tetap menjadi tujuan akhir dan yang utama bagi siswa mengingat tantangan kehidupan masa mendatang akan semakin berat. Dengan demikian, kita perlu mengemas sebuah pembelajaran yang bukan hanya menarik namun bermakna bagi siswa untuk dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada tahapan pendampingan, para guru dikenalkan dengan platform HTML 5 PACKAGE (H5P), sebuah platform belajar digital yang memiliki banyak jenis konten interaktif. Selain itu, platform tersebut juga memiliki beberapa karakteristik umpan balik yaitu  1) umpan balik otomatis berdasarkan jawaban siswa tanpa memerlukan konfigurasi tambahan, 2) umpan balik kustom Dimana pengajar dapat menambahkan pesan umpan balik khusus untuk setiap opsi jawaban, memberikan penjelasan atau arahan tambahan, 3) umpan balik berdasarkan skor yang diperoleh siswa, dan 4)umpan balik dalam video  Dimana pertanyaan atau interaksi dapat disisipkan dalam video dan umpan balik dapat diberikan secara langsung berdasrkan respon siswa.

H5P ini bersifat interaktif dan juga dapat diintegrasikan dengan berbagai platform sehingga sangat memungkinkan untuk menguatkan kecakapan abad 21 siswa. Platform ini dapat digunakan pada mata Pelajaran matematika, bahasa, IPA, IPS dan lainnya. Mengikuti langkah sederhana dengan membuka situs H5P.org atau gunakan LMS seperti Moodle, WordPress, atau Lumi. Selanjutnya dapat memilih jenis konten (tipe konten seperti Interactive Video, Quiz, Drag & Drop, dan lainnya.). Kita bisa memasukkan teks, gambar, video, atau suara sesuai dengan kebutuhan pembelajaran, menambahkan pertanyaan, feedback, atau navigasi agar siswa lebih terlibat dalam materi. Kemudian sesuaikan skor, tampilan, dan opsi lain agar konten berjalan sesuai tujuan pembelajaran. Setelah itu cek pratinjau dan ujicoba, publikasi dan bagikan jika sudah sesuai. Terakhir jika ingin mengintegrasikan dengan google site atau LMS cukup menggunakan fitur embed code.

Pada tahap akhir yaitu diskusi terkait masalah yang sering muncul dalam praktik pembelajaran. Dalam hal ini, seorang guru menanyakan tentang bagaimana strategi mengatasi siswa yang mudah sekali bosan sekalipun dalam pembelajaran sudah menggunakan variasi platform pembelajaran digital. Hal ini tentu penting diperhatikan bagi smeua pendidik bahwa memahami karakteristik siswa itu penting, namun juga karakteristik materi pembelajaran itu sendiri. Pendidik perlu fokus dengan tujuan pembelajaran sehingga dapat merancang aktivitas yang mengkolaborasikan dunia digital dan dunia nyata. Misalkan saja, saat stimulus pendidik bisa menggunakan video atau visualisasi infografis, berikutnya untuk menindaklanjuti atau memecahkan masalah pendidik dapat menggunakan aktivitas percobaan sederhana/investigasi di laboratorium, kelas atau lingkungan sekitar, menjawab pertanyaan dan/atau membuktikan hipotesis, berlatih secara terbimbing dahulu dan diikuti Latihan mandiri, dan dilanjutkan dengan penyimpulan pembelajaran. Dengan demikian, siswa tetap dapat berinteraksi dengan guru, teman sebaya dan lingkungannya. Satu hal yang terpenting adalah guru tidak bisa tergantikan kehadirannya oleh teknologi. Kolaborasi antara guru dan orangtua dalam hal mendisiplinkan, mengontrol, mengevaluasi kesulitan dan kemajuan belajar sangat diperlukan untuk mengurangi dampak negative dari penggunaan teknologi digital bahkan mencegahnya lebih dini.