Malang, 23 Mei 2025 — Di tengah derasnya arus digitalisasi pendidikan, dosen-dosen dari Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM) mengambil langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan literasi teknologi di kalangan pendidik sekolah dasar. Tim dosen Universitas Negeri Malang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka berbasis Project Based Learning (PjBL) di SD Laboratorium UM, Kota Malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 23 Mei 2025, pukul 13.00 hingga 16.00 WIB.
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat, 23 Mei 2025, pukul 13.00 hingga 16.00 WIB, ini diikuti oleh 50 guru dan tenaga kependidikan dari SD Laboratorium UM. Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Radeni Sukma Indra Dewi, M.Pd., dengan anggota tim: Dr. Shirly Rizki Kusumaningrum, M.Pd., Dr. Mardhatillah, M.Pd., Dr. Siti Faizah, M.Pd., dan Dr. Ratna Ekawati, M.Pd. Dua mahasiswa Sekolah Pascasarjana UM juga turut mendampingi yaitu Siti Ni’matul Fitriyah dan Siti Mufidah.
Pelatihan ini dirancang sebagai respons atas tantangan nyata yang dihadapi guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya dalam hal penyusunan modul ajar berbasis proyek yang memanfaatkan Artificial Intelligence. Para peserta diberikan pembekalan materi mengenai prinsip dan komponen Modul Ajar Kurikulum Merdeka, struktur Project Based Learning, serta praktik langsung penggunaan berbagai aplikasi berbasis AI seperti Magick Pen untuk mendukung desain pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan kolaboratif.
Kepala SD Laboratorium UM, Ibu Alvi Nurisnaini, S.Pd., menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan para guru di era transformasi pendidikan. “Kami merasa terbantu dengan adanya pelatihan ini. Guru-guru kami menjadi lebih percaya diri untuk mengeksplorasi teknologi baru dalam mendukung kegiatan belajar mengajar,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Dr. Radeni menyampaikan bahwa penggunaan teknologi kecerdasan buatan bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga soal strategi peningkatan kualitas pembelajaran. “Pengintegrasian Artificial Intelligence ke dalam penyusunan modul ajar memungkinkan guru merancang pembelajaran yang lebih personal, kontekstual, dan menumbuhkan kreativitas peserta didik,” ujarnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan refleksi yang memungkinkan peserta menggali tantangan serta potensi integrasi AI dalam konteks kelas mereka masing-masing. Di akhir kegiatan, peserta juga diminta mengisi evaluasi untuk mengukur dampak pelatihan terhadap pemahaman dan keterampilan mereka.
Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari skema pendanaan Desentralisasi Sekolah Pascasarjana UM tahun 2025, dengan harapan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kompetensi guru serta mendukung transformasi pendidikan dasar di Indonesia. Universitas Negeri Malang, melalui kegiatan ini, menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis bagi lembaga pendidikan dasar, khususnya dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman.
Pewarta : Radeni Sukma Indra Dewi