LITA NOVILIA 

PENGEMBANGAN MODUL DENGAN PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI KOLOID UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA

Permasalahan:

Materi Koloid merupakan salah satu materi kimia pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Materi koloid tersusun atas sub-submateri diantaranya sistem koloid, sifat-sifat koloid, pembuatan koloid, dan peranan koloid dalam kehidupan. Submateri sistem koloid menjelaskan tentang perbedaan larutan, koloid, dan suspensi, jenis-jenis koloid, fase terdispersi dan medium pendispersi koloid. Submateri sifat-sifat koloid menjelaskan tentang sifat-sifat koloid di antaranya Efek Tyndall, koagulasi, adsorpsi, Gerak Brown, sifat kelistrikan koloid, dan koloid pelindung. Submateri pembuatan koloid menjelaskan tentang cara pembuatan koloid dengan cara dispersi dan kondensasi. Pembuatan koloid dengan cara dispersi dibedakan menjadi dispersi peptisasi, dispersi mekanik, dan Busur Bredig, sedangkan pembuatan koloid secara kondensasi dapat melalui beberapa reaksi yaitu reaksi reduksi-oksidasi, reaksi dekomposisi rangkap dan reaksi hidrolisis.

Berdasarkan uraian tersebut dapat diketahui bahwa materi koloid sebenarnya bersifat kontekstual, dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti pada submateri sistem koloid yang menjelaskan tentang jenis-jenis koloid yang terlibat langsung dalam kehidupan siswa, antara lain koloid hidrofil dan koloid hidrofob, contoh-contoh koloid seperti mayonais, susu, santan gem stone, dan lain sebagainya. Selain itu, materi koloid juga memiliki banyak istilah asing yang belum banyak diketahui siswa seperti istilah kondensasi, adsorpsi, elektroforesis, peptisasi, dan lain sebagainya. Materi koloid juga memiliki karakteristik deskriptif, tidak terdapat materi yang bersifat algoritmik. Hal ini menyebabkan pada penerapannya di sekolah, materi koloid cenderung dihafalkan oleh siswa (Rohma dkk, 2013; Chittleborough, 2007) sehingga menimbulkan beberapa miskonsepsi di antaranya siswa menganggap bahwa larutan merupakan campurunan suatu zat dengan air, larutan selalu encer, dan koloid selalu kental (Trigunarti, 2008), koloid mengendap, koloid berwujud padat, larutan selalu berbentuk cair, dan larutan merupakan campuran suatu materi dengan air (Purtadi & Sari, 2011).

Tujuan:

  1. Menghasilkan modul pembelajaran dengan pendekatan inkuiri terbimbing pada materi koloid.
  2. Mengetahui kelayakan modul yang dikembangkan.
  3. Mengetahui efektivitas modul yang dikembangkan dalam meningkatkan hasil belajar kognitif dan keterampilan proses sains siswa.

Manfaat:

  1. Bagi Siswa

Modul dapat dijadikan bahan belajar siswa secara mandiri. Modul diharapkan mampu membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar kognitif dan keterampilan proses sains siswa.

  1. Bagi Guru

Modul dengan pendekatan inkuiri terbimbing dapat membantu guru melaksanakan pembelajaran pada materi koloid dengan pendekatan inkuiri terbimbing dan membantu guru untuk meningkatan hasil belajar kognitif dan keterampilan proses sains siswa. Modul membantu guru untuk melatih siswa belajar secara mandiri.

  1. Bagi sekolah

Modul dengan pendekatan inkuiri terbimbing, dapat dijadikan sebagai perangkat penunjang pembelajaran dan acuan materi bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah.

Pembimbing

  1. Dra. Srini M. Iskandar, M.Sc., Ph.D.
  2. Fauziatul Fajaroh, M.S.

Penguji

  1. Endang Budiasih, M.S. (Penguji Bidang Pendidikan)
  2. Suharti, S.Pd., M.Si. (Penguji Bidang Studi Kimia)

Biodata

Nama                             : Lita Novilia

NIM                               : 130331811072

Angkatan                       : 2013

Program Studi                 : S2 Pendidikan Kimia

Biaya                             : BPP-DN

Semester                        : Tujuh

Tempat/ Tanggal Lahir     : Surabaya/ 03 November 1990

Alamat Domisili              : Jl. Galunggung No.83 Kota Malang

Alamat Asal                   : Jl. Intan 5.1 No.48 Kota Baru Driyorejo Gresik

Nomor HP                     : 0856-4591-9044

id_IDIndonesian