S2 Pendidikan Sejarah

RASIONAL

Realitas pendidikan di jenjang pendidikan dasar, menengah dan tinggi, menunjukkan pembelajaran Sejarah masih menekankan unsur kognitif, berpusat pada pendidik, dan belum menyentuh pengembangan nilia-nilai kesejarahan. Padahal di sisi lain, pendekatan pembelajaran dalam kurikulum sudah berubah dari paradigma behavioristik menjadi konstruktivistik. Kondisi pembelajaran demikian menyebabkan tujuan pembelajaran Sejarah sebagai pendidikan intelektual dan pendidikan moral belum tercapai di berbagai jenjang pendidikan.

Beberapa faktor penyebab “merosotnya” pembelajaran Sejarah dapat diidentifikasi sebagai berikut. Pertama, masih banyak guru Sejarah yang ternyata memiliki latar belakang pendidikan bukan berasal dari bidang pendidikan Sejarah. Kedua, guru Sejarah masih berorientasi pada ketuntasan materi bukan pada kemampuan membangun makna secara kontekstual. Ketiga, ilmu Sejarah masih dipandang secara monolitik, belum bersifat interdisipliner. Keempat, mata pelajaran Sejarah masih dianggap sebagai mata pelajaran yang tidak memiliki manfaat sehingga mata pelajaran ini disepelekan, baik oleh siswa, guru, bahkan oleh pembuat kebijakan. Ini diindikasikan dengan tidak dimasukannya sejarah sebagai mata pelajaran yang diujikan secara nasional.

Dalam rangka menjawab permasalahan pendidikan Sejarah diatas, perlu dikembangkan institusi pendidik sejarah yang memiliki kualifikasi sesuai dengan kompetensi kepribadian, profesional, pedagogik dan sosial. Berdasarkan pemikiran itu perlu diusulkan suatu program studi  S-2 pendidikan sejarah, yang diharapkan dapat  menjawab permasalahan di atas.

 

VISI

Visi  Program Studi S2 Pendidikan Sejarah Pascasarjana UM yakni mewujudkan Program Studi S2 Pendidikan Sejarah yang unggul dan menjadi lembaga rujukan dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian serta penerapan ilmu dan teknologi dalam bidang ilmu sejarah dan pembelajarannya sesuai kebutuhan pembangunan masyarakat.

 

MISI

Misi Prodi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UM, yaitu:

  1. Mewujudkan Program Studi S2 Pendidikan Sejarah sebagai salah satu rujukan pendidikan sejarah melalui penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas.
  2. Menghasilkan sumber daya manusia yang berkesadaran sejarah sesuai kebutuhan pembangunan, masyarakat dan kemanusiaan.
  3. Mengembangkan semangat kebangsaan dan hubungan antar bangsa, menghargai warisan sejarah dan sosial budaya untuk memperkokoh jati diri bangsa.
  4. Mengembangkan pendidikan sejarah dalam rangka menghasilkan temuan dan karya akademik yang unggul, sehingga mampu memecahkan permasalahan kesejarahan dan sosial.

 

TUJUAN PROGRAM

Tujuan Program Magister Prodi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UM adalah:

  1. Menghasilkan lulusan yang cerdas, religius, berakhlak mulia, mandiri, memiliki wawasan kebangsaan, dan mampu berkembang secara profesional.
  2. Menghasilkan karya ilmiah dan karya kreatif yang unggul serta menjadi rujukan bidang pendidikan sejarah dan teknologi pembelajaran dalam bingkai kesadaran sejarah.
  3. Menghasilkan karya pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan pendidikan kesejarahan untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri, produktif, dan berwawasan kebangsaan.
  4. Menghasilkan kinerja institusi yang efektif dan efisien untuk menjamin pertumbuhan kualitas pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.

PROFIL

Profil lulusan program studi S2 Pendidikan Sejarah adalah menjadi pendidik/ilmuwan yang mampu menghasilkan/mengembangkan teori, memecahkan masalah secara interdisipliner/ multidisipliner, mengelola penelitian, dan menghasilkan karya inovatif bertaraf nasional/ internasional dalam bidang pendidikan dan pembelajaran sejarah.

 

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

  1. Kompetensi Utama

1. Mengembangkan konsep teoritis dan menghasilkan karya inovatif bidang studi sejarah berdasarkan pemikiran historis, logis, kritis, dan reflektif.

2. Melaksanakandan mengembangkan pendidikan sejarah di jenjang pendidikan menengah dan perguruan tinggi yang berorientasi pada menumbuhkan kesadaran sejarah serta

    berwawasan kebangsaan..

3. Mengidentifikasi permasalahan pembelajaran sejarah dan cara mengatasinya.

4. Merancang, melakukan, dan mengelola penelitian pembelajaran sejarah yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta masyarakat.

5. Menyusun materi pelajaran sejarah berdasarkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif.

6. Menyusun dan mengomunikasikan ide dan argumen yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan etika akademik.

7. Aktif, tanggap, dan mampu mengikuti perkembangan yang terjadi dalam pendidikan dan pembelajaran sejarah.

8. Mempublikasikan hasil penelitian tesis/bentuk lain yang setara dalam terbitan berkala ilmiah nasional dan internasional, prosiding seminar internasional dan nasional.

  1. Kompetensi Tambahan
    1. Mampu berkomunikasi dalam bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris untuk kepentingan pengkajian dan komunikasi dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
    2. Mampu untuk menggunakan perangkat teknologi mutakhir, khususnya ICT, untuk mendukung upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
    3. Mampu menggali kekayaan alam dan budaya nasional serta daerah untuk mengoptimalkan kualitas pendidikan dan pembelajaran sejarah yang berwawasan kebangsaan dalam menghadapi tantangan global di masa kini maupun masa depan.

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN

  1. Sikap dan Tatanilai
    1. Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan menunjukkan sikap religius;
    2. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral, dan etika;
    3. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan perubahan berdasarkan Pancasila;
    4. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggung jawab pada negara dan bangsa;
    5. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama dan kepercayaan, serta pendapat, atau temuan orisinal orang lain;
    6. Kerjasama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan;
    7. Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara;
    8. Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik;
    9. Memiliki kepedulian dalam menjaga dan merawat kesehatan diri dan lingkungan;
    10. Menunjukkan sikap bertanggung jawab atas pekerjaan di bidang pendidikan sejarah secara mandiri; dan
    11. Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan dan kewirausahaan.
  2. Penguasaan Pengetahuan
    1. Menguasai metodologi penelitian pendidikan;
    2. Menguasai metodologi penelitian sejarah yang bermuatan kesadaran sejarah;
    3. Menguasai konsep dan proses pelaksanaan serta pengembangan pembelajaran sejarah untuk memperkokoh jati diri bangsa;
    4. Menguasai konsep dan proses pengembangan materi sejarah dengan menghargai warisan sejarah dan wawasan kebangsaan.
  3. Keterampilan Umum
    1. Mampu mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif melalui penelitian ilmiah, penciptaan desain atau karya seni yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora sesuai dengan bidang sejarah serta pembelajarannya, menyusun konsepsi ilmiah dan hasil kajiannya berdasarkan kaidah, tata cara, dan etika ilmiah dalam bentuk tesis, dan memublikasikan tulisan dalam jurnal ilmiah tingkat nasional atau internasional atau berbentuk presentasi ilmiah tingkat nasional atau internasional;
    2. Mampu melakukan validasi akademik atau kajian sesuai bidang pendidikan sejarah dalam menyelesaikan masalah di masyarakat yang relevan melalui pengembangan pengetahuan dan keahliannya;
    3. Mampu menyusun ide, hasil pemikiran, dan argumen saintifik secara bertanggung jawab dan berdasarkan etika akademik, serta mengomunikasikannya melalui media kepada masyarakat akademik dan masyarakat luas;
    4. Mampu mengidentifikasi masalah bidang pendidikan, sejarah, dan pembelajarannya yang menjadi objek penelitian dan memposisikan ke dalam suatu peta penelitian yang dikembangkan melalui pendekatan interdisiplin atau multidisiplin;
    5. Mampu mengambil keputusan dalam konteks menyelesaikan masalah bidang sejarah dan pembelajarannya yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora berdasarkan kajian ilmiah terhadap informasi dan data;
    6. Mampu mengelola, mengembangkan dan memelihara jaringan kerja dengan kolega, sejawat di dalam dan di luar lembaga, komunitas penelitian yang lebih luas, dan organisasi profesi;
    7. Mampu meningkatkan kapasitas melalui pembelajaran mandiri; dan
    8. Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan kembali data hasil penelitian dalam rangka menjamin kesahihan dan mencegah plagiasi.
  4. Keterampilan Khusus
    1. Mampu mengkaji sejarah dan pembelajarannya melalui riset untuk menghasilkan karya inovatif dan teruji;
    2. Mampu memecahkan permasalahan bidang sejarah dan pembelajarannya melalui pendekatan interdisipliner dalam bentuk laporan penelitian;
    3. Mampu mengelola dan mengembangkan riset pembelajaran sejarah yang bermanfaat bagi masyarakat dan perkembangan keilmuan, serta mendapat pengakuan nasional dan/atau internasional;
    4. Mampu mengambil keputusan berdasarkan kajian penelitian di bidang pendidikan sejarah serta mengomunikasikan ide secara efektif dalam berbagai media kepada masyarakat seprofesi atau lingkungan yang sesuai atau masyarakat umum; dan
    5. Mampu berkomunikasi dan berpartisipasi secara aktif dalam pengembangan profesi di bidang kesejarahan.