S3 Pendidikan Kejuruan

RASIONAL PROGRAM

Pendidikan kejuruan merupakan salah satu sub sistem dalam sistem pendidikan nasional. Sejumlah masalah yang dihadapi pendidikan kejuruan saat ini adalah: (1) kompetensi lulusan yang belum optimal, (2) daya serap SMK dan diklat kejuruan terhadap lulusan PTK yang rendah, (3) masalah relevansi antara lulusan dengan kebutuhan masyarakat dan industri, (4) program yang ada di pendidikan kejuruan dibandingkan dengan bidang-bidang kejuruan yang terbatas, (5) pemahaman visi dan tujuan pendidikan kejuruan dengan para praktisi belum selaras, (6) kepedulian industri terhadap pendidikan kejuruan di Indonesia yang rendah, (7) sarana dan prasarana pendukung pembelajaran di pendidikan kejuruan yang kurang memadai, dan (8) iklim akademik di lingkungan penyelenggara pendidikan kejuruan yang belum kondusif. Sinyalemen yang timbul dimasyarakat adalah bahwa pendidikan tinggi cenderung tidak dapat mengejar kemajuan teknologi yang berada didunia industri. Saat masuk ke dunia kerja, siswa lulusan perguruan tinggi kejuruan masih memerlukan pelatihan dan training tentang teknologi yang sedang digunakan di industri. Dalam Higher Education Long Term Strategy 2003-2010 tiga indikator besar yang merupakan kebutuhan dalam mengembang¬kan pendidikan tinggi adalah; bentuk manajemen yang lebih dinamis selaras dengan perubahan yang terus menerus, kebutuhan akan relevansi dan kualitas, serta peningkatan kesamaan dan mobilitas sosial melalui pengem¬bangan pendidikan tinggi. Reorientasi pendidikan kejuruan di Indonesia menuntut pengkajian yang mendasar dan tuntas, sehingga mampu memberikan rumusan asas dan prinsip dasar pengembangan pendidikan kejuruan yang relevan. Diperlukan rumusan yang mendorong peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan manajemen sekolah kejuruan dalam mendukung pelaksanaan peran strategis pendidikan kejuruan. Tuntutan perubahan di atas mengandung implikasi pada perubahan pendekatan pembelajaran, reformulasi peran guru dan siswa sekolah kejuruan, pendekatan pengembangan media pendidikan kejuruan, evaluasi pembelajaran, yang semuanya memerlukan pengkajian dan penelitian yang mendasar, sistematis, serta berkesinambungan untuk dapat mencapai tujuan pendidikan kejuruan yang diharapkan. Dengan berlakunya UU No 22 tahun 1999 tentang pemerintah daerah, maka pemecahan berbagai masalah, termasuk bidang ketenagaan dan pendidikan kejuruan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Oleh karenanya, kebutuhan sumberdaya manusia yang berlatar kejuruan sangat dibutuhkan pada setiap jajaran di pemerintah daerah, mulai daerah tingkat I, daerah tingkat II, kecamatan sampai ke pedesaan. Dalam era otonomi daerah, tugas-tugas yang sebelumnya dilaksanakan oleh pemerintah pusat kini dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Jabatan-jabatan tertentu yang semula berada di pusat yang dipegang oleh tenaga berkualifikasi master dan doktor saat ini dilaksanakan di daerah dan diisi tenaga yang berasal dari daerah. Dengan demikian struktur ketenagakerjaan dan kebutuhan ahli dalam bidang pendidikan kejuruan yang berkualifikasi master dan doktor akan meningkat karena setiap daerah memerlukan tenaga kerja berkualifikasi setingkat itu. Perubahan struktur kelembagaan oleh adanya otonomi daerah mendorong pengembangan paradigma baru bidang pendidikan kejuruan, yang selain berimplikasi pada perlunya pengembangan keilmuan kejuruan juga upaya pemenuhan kebutuhan tenaga ahli pendidikan kejuruan.

 

VISI

Visi program studi pendidikan kejuruan adalah terwujudnya program studi yang unggul dan menjadi rujukan dalam penyelenggaraan pendidikan magister bidang pendidikan kejuruan di tingkat nasional maupun internasional.

 

MISI

  1. Menyelenggarakan pendidikan Pascasarjana untuk menghasilkan tenaga pengembang dalam bidang pendidikan kejuruan yang unggul.
  2. Menyelenggarakan penelitian dan pengembangan ilmu untuk menghasilkan karya akademik yang unggul dan menjadi rujukan dalam bidang pendidikan kejuruan.
  3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan hasil penelitian dan pengembangan,  berorientasi pada pemberdayaan  untuk meningkatkan keunggulan dan produktifitas masyarakat.
  4. Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas dan kinerja program studi.
  5. Membangun organisasi program studi yang sehat berdasarkan prinsip otonomi, akuntabilitas, akreditasi, dan evaluasi diri secara berkesinambungan.

 

Tujuan

  1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi pengembangan teori dan metodologi penelitian di bidang pendidikan kejuruan.
  2. Menghasilkan penelitian dan pengembangan ilmu pendidikan kejuruan yang dapat diterapkan untuk peningkatan kinerja organisasi pada khususnya dan pembangunan pada umumnya.
  3. Menghasilkan karya pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan dan penyebarluasan hasil-hasil penelitian dan pengembangan dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan teknologi dan kejuruan, penyelesaian permasalahan ketenagakerjaan yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa, dan negara.
  4. Menghasilkan kerjasama sinergis dan kolaboratif yang saling menguntungkan, saling memperkuat, dan saling melengkapi dengan organisasi-organisasi pemerintah dan swasta (bisnis), baik di dalam maupun luar negeri.
  5. Menghasilkan pengembangan kualitas sumber daya manusia daerah dalam rangka ikut serta menyukseskan otonomi daerah serta menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi global untuk bersaing secara internasional.

 

Profil dan Standar Kompetensi Lulusan

Profil lulusan program S3 PKJ adalah menjadi manusia yang kreatif dan inovatif dalam memperdalam, memperluas dan mengembangkan pendidikan kejuruan serta responsif terhadap permasalahanpendidikan kejuruan pada lingkup nasional maupun global dengan pendekatan multi disiplin, inter disiplin dan transdisiplin

StandarKompetensi

  1. Mampu memperdalam dan memperluas bidang kajian pendidikan kejuruan secara kreatif dan inovatif.
  2. Mampu mengembangkan bidang kajian pendidikan kejuruan berdasarkan penelitian, kajian konseptual maupun pengalaman praktis untuk memecahkan masalah secara kreatif inovatif baik di tingkat nasional maupun global.
  3. Mampu menganalisis permasalahan pendidikan kejuruan dengan pendekatan multi disiplin, inter disiplin dan transdisiplin.

 

Capaian Pembelajaran

  1. Sikap dan Tata Nilai
    1. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius;
    2. menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama,moral, dan etika;
    3. berkontribusi dalam  peningkatan  mutu  kehidupan  bermasyarakat,  berbangsa,  bernegara,  dan  kemajuan  peradaban berdasarkan Pancasila;
    4. berperan sebagai  warga  negara  yang  bangga  dan  cinta  tanah  air,  memiliki  nasionalisme  serta  rasa  tanggungjawab  pada negara dan bangsa;
    5. menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain;
    6. bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan;
    7. taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara;
    8. menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik;
    9. menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri;
    10. menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan.
  1. Penguasaan Pengetahuan
    1. Menguasai bidang filosofi kajian pendidikan kejuruan yang didapatkan baik melalui penelitian, kajian konseptual maupun praktik.
    2. Menguasai filosofi dan aplikasi teori untuk memecahkan berbagai masalah pendidikan kejuruan berdasarkan kajian teori bidang pendidikan kejuruan.
    3. Menguasai tatacara menyampaikan berbagai kajian ilmiah bidang pendidikan kejuruan dalam lingkup nasional maupun global.
    4. Menguasai filosofi berbagai kaidah manajerial bidang kajian pendidikan kejuruan dan menjabarkannya menjadi pedoman praktis.

 

  1. Keterampilan Umum
    1. Mampu menemukan atau mengembangkan teori/konsepsi/gagasan ilmiah, dan memberikan kontribusi pada  pengembangan,  serta  pengamalan  ilmu  pengetahuan  dan/atau  teknologi yang  memperhatikan  dan  menerapkan  nilai  humaniora di  bidang  keahliannya,  dengan menghasilkan penelitian  ilmiah berdasarkan  metodolog  ilmiah,  pemikiran logis,  kritis, sistematis, dan kreatif;
    2. Mampu menyusun penelitian  interdisiplin, multidisiplin atau  transdisiplin, termasuk kajian teoritis dan/atau  eksperimen  pada  bidang keilmuan, teknologi, seni,  dan inovasi  yang dihasilkannya dalam  bentuk  disertasi,  serta  mempublikasikan  2  tulisan  pada  jurnal  ilmiah internasional terindeks.
    3. Mampu memilih penelitian  yang  tepat  guna,  terkini  dan  termaju  dan memberikan kemaslahatan  pada  umat  manusia melalui  pendekatan  interdisiplin,  multidisiplin,  atau transdisipliner, dalam  rangka mengembangkan  dan/atau  menghasilkan  penyelesaian masalah di bidang keilmuan, teknologi, seni, atau kemasyarakatan, berdasarkan hasil kajian tentang ketersediaan sumberdaya internal maupun eksternal.
    4. Mampu mengembangkan peta  jalan penelitian  dengan pendekatan  interdisiplin, multidisiplin, atau transdisipliner, berdasarkan kajian tentang sasaran pokok penelitian serta kontelasinya pada sasaran yang lebih luas.
    5. Mampu menyusun argumen  dan  solusi keilmuan,  teknologi  atau  seni berdasarkan pandangan kritis atas fakta, konsep, prinsip, atau teori yang dapat dipertanggungjawabkan secara  ilmiah  dan  etika  akademik,  serta  mengkomunikasikannya  melalui  media  masa  atau langsung kepada masyarakat.
    6. Mampu menunjukkan  kepemimpinan  akademik  dalam  pengelolaan,  pengembangan  dan pembinaan sumberdaya serta organisasi yang berada dibawah tanggung jawabnya.
    7. Mampu mengelola,  termasuk  menyimpan,  mengaudit,  mengamankan,  dan  menemukan kembali data dan informasi hasilpenelitian yang berada dibawah tanggung jawabnya.
    8. Mampu mengembangkan dan  memelihara hubungan  kolegial  dan  kesejawatan  didalam lingkungan  sendiri  atau  melaluijaringan  kerja sama dengan komunitas  peneliti  diluar lembaga.

 

  1. Keterampilan Khusus
    1. Mampu melakukan pendalaman dan perluasan IPTEKS bidang kajian pendidikan kejuruan baik melalui penelitian, kajian konseptual maupun praktik
    2. Mampu menyampaikan berbagai kajian ilmiah dalam bidang pendidikan kejuruan baiktingkat nasional maupun
    3. Mampu melakukan pemecahan masalah berbagai kajian pendidikan kejuruan dengan pendekatan multi disiplin, inter disipliner dan trans disipliner
    4. Mampu menjadi pimpinan pendidikan kejuruan yang melibatkan kalangan multi disipliner, inter disipliner dan trans disipliner