Deprecated: Non-static method PKPApplication::defineExposedConstant() should not be called statically in /var/www/pasca/conferences/lib/pkp/classes/core/PKPApplication.inc.php on line 545

Deprecated: Non-static method PKPApplication::getExposedConstants() should not be called statically in /var/www/pasca/conferences/lib/pkp/classes/core/PKPApplication.inc.php on line 513
PERAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DALAM KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD | Detagory | Seminar Nasional Teknologi Pembelajaran dan Pendidikan Dasar 2017

PERAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DALAM KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD

Weldy Nugroho Detagory, Fattah Hanurawan, Susriyati Mahanal

Abstract


Pembelajaran IPA di SD bukan hanya menuntut pada penguasaan pengetahuan berupa fakta, konsep atau prinsip saja, namun juga diperlukan suatu proses penemuan. Karakteristik pembelajaran IPA sesuai dengan pembelajaran yang didasarkan pada pandangan konstruktivisme. Pembelajaran konstruktivisme bertujuan agar siswa berpikir kreatif, imajinatif, mendorong refleksi mengenai teori dan model serta mengenalkan gagasan sains. Kemampuan berpikir kreatif merupakan kemampuan untuk mengakses dan mengolah data serta merumuskan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah yang menekankan pada ketepatgunaan dan keberagaman jawaban. Model pembelajaran inkuiri terbimbing melibatkan interaksi siswa dengan berbagai sumber dalam memperoleh pengetahuan mengenai suatu konsep untuk memecahkan suatu permasalahan. Pembelajaran berbasis inkuiri terdiri dari proses mengajukan permasalahan, memperoleh informasi, berpikir kreatif mengenai kemungkinan penyelesaian masalah, membuat keputusan dan membuat kesimpulan. Peran model pembelajaran inkuiri terbimbing pada pembelajaran IPA di SD berkaitan dengan karakteristik pembelajaran IPA dan kemampuan berpikir kreatif siswa (fluency, flexibility, originality dan elaboration).

Keywords


pembelajaran inkuiri terbimbing; pembelajaran IPA; kemampuan berpikir kreatif

Full Text:

PDF

References


Baer, J. 1993. Creativity and Divergent Thinking: A Task-Specific Approach. London: Lawrence Erlbaum Associates. Bilgin, I. 2009. The effects of guided inquiry instruction incorporating a cooperative learning approach on university students’ achievment of acid and bases concepts and attitude toward guided inquiry instruction. Scientific Research and Essay, (Online), Volume 4, pp. 1038-1046 (http://www.academicjournals.org/sre) diakses pada tanggal 21 September 2016. Davis, G. A. 2006. Anak Berbakat dan Pendidikan Keterbakatan, Suatu Buku Panduan untuk Guru dan Orangtua. Terjemahan Ati Cahayani. 2012. Jakarta Barat: PT Indeks. Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sekolah Dasar. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan. Llewellyn, D. 2013. Teaching High School Science Through Inquiry and Argumentation. USA: Saga Publication. Mahanal, S., Zubaidah, S., & Kholilah, T. N. 2016. Membelajarkan Berpikir Kreatif Melalui Model Pembelajaran CPS dipadu Kooperatif STAD di SMA Negeri 10 Malang. Dalam Prosiding Seminar Pendidikan Dasar 2016 (pp. 443452). Malang: CV Bintang Sejahtera. Munandar, U. 1999. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. Jakarta: PT Grasindo. Munandar, U. 2002. Kreativitas dan Keberbakatan Strategi Muwujudkan Potensi Kreatif dan Bakat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. National Research Council (NRC). (2012). A Framework for K-12 Science Education: Practices, Crosscutting Concepts, and Core Ideas. Committee on a Conceptual Framework for New K-12 Science Education Standards. Board on Science Education, Division of Behavioral and Social Sciences and Education. Washington, DC: The National Academies Press

NEA (National Education Association). Preparing 21st Century Students for a Global Society: An Educator’s Guide to the “Four Cs”. (Online), (http://www.nea.org/assets/docs/A-Guide-to-Four-Cs.pdf) diakses tanggal 3 April 2017. Nurhaniyah, B., Soetjipto, B. E., & Hanurawan, F. 2015. The Implementation of Collaborative Learning Model Find Someone Who and Flashcard Game to Enhance Social Syudies Learning Motivation for the Fifth Grade Students. Journal of Education and Practice, (Online), Vol. 6, No. 17, (http://files.eric.ed.gov/fulltext/EJ1079791.pdf), diakses 20 Maret 2017. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah. Roestiyah, N. K. 2012. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Sagala, S. 2009. Konsep dan Makna Pembelajaran untuk membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Bandung: Alfabeta. Sani, R. A. 2015. Pembelajaran Saintifik untuk Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Bumi Aksara. Shoimin, A. 2014. 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Sudjana, N. 2004. Dasar-dasar proses belajar mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Yager, R. E., Abd-Hamid, N. H. & Akcay, H. 2005. The Effects of Varied Inquiry Experiences on Teacher and Student Questions and Actions in STS Classrooms. Bulletin of Science, Technology & Society, Vol. 25, No. 5, October 2005, 426-434, (Online), (https://www.researchgate.net) diakses pada tanggal 21 September 2016.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


ISBN: _________________________

Pascasarjana Universitas Negeri Malang

Jl. Semarang 5 Malang

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.