PROFIL KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HUBUNGANNYA DENGAN HASIL BELAJAR SAINS MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

I Putu Artayasa, Herawati Susilo, Umi Lestari, Sri Endah Indriwati

Abstract


Hasil evaluasi Programme for International Student Assessment (PISA) dan penelitian terhadap hasil belajar sains siswa tingkat dasar di beberapa daerah Indonesia masih memprihatinkan. Banyak diantaranya memiliki miskonsepsi dan kamampuan sains terbatas pada tarap mengetahui dan memahami. Keterampilan proses sains merupakan komponen utama penunjang hasil belajar sains. Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebagai calon guru SD perlu memiliki profil keterampilan proses sains yang memadai agar dapat membantu mereka menguasai sains dengan baik dan kelak dapat memfasilitasi siswanya mempelajari sains dengan baik pula. Permasalahannya, dengan model pembelajaran selama ini, bagaimanakah profil keterampilan tersebut dan apakah ada hubungannya dengan hasil belajar sains. Tujuan penelitian ini adalah memaparkan profil keterampilan proses sains dan hubungannya dengan hasil belajar sains mahasiswa PGSD. Populasi penelitian adalah mahasiswa PGSD FKIP Unram yang memprogramkan mata kuliah konsep dasar sains pada semester gasal 2015/2016. Sampel penelitian adalah 65 mahasiswa yang terdistribusi dalam dua kelas. Penelitian dilakukan dengan memberikan tes keterampilan proses sains dan mengumpulkan data nilai hasil belajar mata kuliah tersebut di akhir semester. Profil keterampilan proses sains diinterpretasikan dengan kategori sangat jelek, jelek, cukup, baik, atau sangat baik. Hubungan antara nilai keterampilan proses sains dan hasil belajar sains dianalisis dengan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil keterampilan proses dasar mahasiswa diinterpretasikan dalam kategori baik, namun keterampilan proses terintegrasinya dalam kategori cukup dan secara keseluruhan berkategori baik. Nilai keterampilan proses sains berkorelasi positif yang signifikan dengan hasil belajar sains mahasiswa.

Keywords


keterampilan proses sains; hasil belajar sains; pendidikan guru sekolah dasar

Full Text:

PDF

References


Akbar, B. (2010) Penguasaan Keterampilan Proses Guru SD. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Educatio Indonesiae, 18(1): 1-16 Akbar, B., Rustaman, N.Y. (2010). Kemapuan ketermpilan proses sains guru SD. Prosiding Seminar Nasional Biologi, Mulyani, S (Penyunting), Jurusan Biologi FMIPA, Universitas Negeri Semarang. Akinbobola, A.O. & Afalobi, F. (2010). Contructivist practices through guided discovery approach: the effect on student cognitive achievement in Negerian sinor secondary school physics. Eurasian Journal of physics and chemistry Education, 2 (1): 16-25. Anggraini (2012). Profil melakukan inkuiri melalui kegiatan miniriset calon guru biologi dalam perkuliahan fisiologi tumbuhan. Proseding seminar nasional cakrawala pembelajaran berkualitas di Indonesia Jakarta: Dirjen Dikti Kemendikbud. (pp. 742-753). Driana, E. (2012). Gawat daruratpPendidikan. Retrieved from nasional.kompas.com/ Feyzioglu, B. (2009). An investigation of the relationship between science process skills with efficient laboratory use and science achievement in chemistry education. Journal of Turkish Science Education, 6 (3):114-132.

Feyzioglu, B., Demirdag, B., Akyilidz, M. & Altun, E. (2012). Developing a science process skills test for secondary student: validity and reliability study. Education Sciences: Theory & Practice, 12 (3): 1899-1906. Forum Guru Indonesia. (2015). Cara Pengujian hipotesis penelitian korelasi. Retrieved from http://forumgurunusantara. com/ Holbrook, J. & Rannikmae, M. (2009). The meaning of scientific literacy, International Journal of Environmental & Science Education, 4 (3): 275288. Isnaniah. (2011) . Literasi sains. Retrieved from https://isnaniah2.wordpress.com/2011/ Kemendikbud. (2011). Pedoman Pembuatan Alat Peraga Biologi Sederhana untuk SMA. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMA Dirjen Pendidikan Menengah. Kemendikbud. (2013). Implementasi kurikulum 2013. Jakarta: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Laksana, D. N.L. (2016). Miskonsepsi dalam Materi IPA Sekolah Dasar, Jurnal Pendidikan Indonesia, 5(2): 843-852. Mariana, I M A & Praginda, W. (2009). Hakikat IPA dan pendidikan IPA untuk guru SD. Jakarta: Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan IPA (PPPPTK IPA). Nahadi & Hamdu, G. (2016). Analisis pembelajaran IPA berbasis konteks dan asesmennya yang dikembangkan oleh mahasiswa calon guru sekolah dasar, Seminar Nasional Pendidikan Sains. Surakarta, 22 Oktober 2016) (pp. 4147). Nur, M., Nasution, & Suryanti, J. (2013). Keterampiran proses sains dan berpikir kritis. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. OECD. (2016). PISA 2015 PISA result in focus. Retrieved from https://www.oecd.org. Ongowo, R.O., & Indoshi, F.C., (2013), Science process skills in the kenya certificate of secondary education biology practical examinations. Creative Education, Vol. 4 (11): 713-717. Ozturk, N., Tezel, O. & Acat, M. M. (2010). Science process skills levels of primary school seventh grade students in science and technology lesson. Journal of Turkish Science Education, 3 (7): 15-28. Pudjawan, K. & Margunayasa, I. (2015). Analisis pemahaman konsep dalam pelajaran IPA pada siswa kelas IV SD Gugus II Kec. Banjar. E-Journal PGSD Universitas Pendidikan Ganesha, 3(1) Rahayu, S. (2016). Mengembangkan literasi sains anak indonesia melalui pembelajaran berorientasi nature of science (NOS). Peper disajikan pada Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar, Universitas Negeri Malang, Indonesia, 17 Maret 2016. Riduwan. (2012). Skala pengukuran variabel-variabel penelitian. Bandung: Alafabeta.

Ristantao, H. (2012). Definisi literasi sains. Retrieved from http://sainsedutainment. blogspot.co.id /2012/12 /definisi-literasi-sains Skamp, K. (1998). Teaching primary science constructively (C. MacKenzie, Ed.). Victoria: Harcourt Australia Pty Ltd. Smartstas (2010). Korelasi pearson. Retrieved from https://smartstat.wordpress.com/2010/11/21/korelasi-pearson/ Subali, B. (2009). Pengembangan tes pengukuran keterampilan proses sains pola divergen mata pelajaran Biologi SMA. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, Lingkungan dan Pembelajarannya. Jurdik Biologi FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta. Tursinawi (2016). Penguasaan konsep hakikat sains dalam pelaksanaan percobaan pada pembelajaran IPA di SDN Kota Banda Aceh. Jurnal Pesona Dasar, 2(4): 72-84.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


ISBN: _________________________

Pascasarjana Universitas Negeri Malang

Jl. Semarang 5 Malang

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.