Deprecated: Non-static method PKPApplication::defineExposedConstant() should not be called statically in /var/www/pasca/conferences/lib/pkp/classes/core/PKPApplication.inc.php on line 545

Deprecated: Non-static method PKPApplication::getExposedConstants() should not be called statically in /var/www/pasca/conferences/lib/pkp/classes/core/PKPApplication.inc.php on line 513
PENGARUH MODEL SIKLUS BELAJAR 7E BERKONTEKS SSI TERHADAP PEMAHAMAN HAKEKAT SAINS (NOS), KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA SMP | Rianita | Seminar Nasional Teknologi Pembelajaran dan Pendidikan Dasar 2017

PENGARUH MODEL SIKLUS BELAJAR 7E BERKONTEKS SSI TERHADAP PEMAHAMAN HAKEKAT SAINS (NOS), KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA SMP

Swisstyn Rianita, Ery Tri Djatmika, Susriyati Manahal

Abstract


Berbagai persoalan yang terjadi pada abad ini membutuhkan solusi dan penanganan dengan segera. Untuk kepentingan ini, literasi sains dianggap sebagai kompetensi kunci untuk dapat memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi. Ruang lingkup literasi sains yang dikaji dibatasi pada aspek pengetahuan yang meliputi pemahaman hakekat sains (NOS), kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar kognitif. Untuk memenuhi tujuan di atas diperlukan suatu model pembelajaran yang mampu membangkitkan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman tentang hakekat sains (NOS) siswa. Salah satu model pembelajaran yang sesuai untuk digunakan dalam pembelajaran IPA adalah siklus belajar (learning cycle). Dari hasil kajian literatur tentang keefektifan model siklus belajar (LC) 7E dalam pembelajaran menunjukkan dampak yang positif terhadap hasil belajar kognitif dan kemampuan berpikir siswa. Untuk meningkatkan literasi sains, khususnya pada aspek pemahaman hakekat sains (NOS) dapat digunakan konteks socioscientific issues (SSI). Kajian literatur tentang penelitian yang relevan dengan penerapan siklus belajar 7E dan socioscientific issues (SSI) dalam pembelajaran diperoleh kesimpulan bahwa siklus belajar 7E efektif untuk meningkatkan minat, motivasi, dan prestasi belajar siswa, sedangkan SSI efektif untuk meningkatkan pemahaman terhadap hakekat sains (NOS), kemampuan berpikir kritis, dan meningkatkan penalaran sikap. Berdasarkan hasil kajian yang telah dipelajari, dengan menggabungkan model siklus belajar 7E dan konteks SSI menjadi model siklus belajar 7E berkonteks SSI diharapkan dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap pemahaman hakekat sains (NOS), kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar kognitif.

Keywords


Siklus Belajar 7E;Konteks SSI; Hakekat Sains (NOS); Berpikir Kritis; Hasil Belajar Kognitif

Full Text:

PDF

References


Abd-El-Khalick, F., & BouJaoude, S. 1997. An Exploratory Study of the Knowledge Base for Science Teaching. Journal Of Research In Science Teaching, 34 (7): 637-699. Abd-El-Khalick, F., Waters, M, & Le, A. 2008. Representations of Nature of Science in High School Chemistry Textbooks over the Past Four Decades. Journal Of Research In Science Teaching, 45 (7): 835-855. Akerson, V. L., Abd-El-Khalick, F., & Lederman, N. G. 2000. Influence of a Reflective Explicit Activity-Based Approach on Elementary Teachers’ Conceptions of Nature of Science. Journal Of Research In Science Teaching, 37 (4): 295-317. Arifin, M. 1995. Pengembangan Program Pengajaran Bidang Studi Kimia. Surabaya: Airlangga University Press. Balta, N. & Sarac H. 2016. The Effect of 7E Learning Cycle on Learning in Science Teaching: A meta-Analysis Study. European Journal of Educational Research, 5(2): 61-72. Bassham, G., Irwin, W., Nardone, H., & Wallace, J. M. 2010. Critical Thinking, A Student’s Introduction. New York: McGraw-Hill. Bell, R. L., Lederman, N. G., & Abd-El-Khalick, F. 2000. Developing and Acting upon One's Conception of the Nature of Science: A Follow-Up Study. Journal Of Research In Science Teaching, 37 (6): 563-581. Effendy. 2002. Upaya untuk Mengatasi Kesalahan Konsep dalam Pengajaran Kimia dengan Menggunakan Strategi Konflik Kognitif. Media Komunikasi Kimia, 6(2): 1-22. Eisenkraft, A. 2003. Expanding the 5 E Model: A purposed 7E model emphasizes “transfer of learning” and the importance of eliciting prior understanding. Journal the Science Teacher, 70: 58-59. Ennis , R. H. 2011. The Nature of Critical Thinking: An Outline of Critical Thinking Dispositions and Abilities,(Online), (http://faculty.education.illinois.edu/rhennis/documents/TheNatureofCriticalT hinking_51711_000.pdf), diakses 2 Desember 2016

Fajaroh, F. dan Dasna, I.W. 2007. Pembelajaran Model Siklus Belajar ( Learning Cycle), (Online) (http://lubisgrafura.wordpress.com) diakses 9 Desember 2016. . Fives, H., Hueber , W., Bimbaum, A.S., & Nicolich, M. 2014. Developing A Measure of Scientific Literacy For Middle School Students. Journal of Science Education, 98 (4): 549-580. Hardianty, N. 2015. Nature of Science: Bagian Penting Dari Literasi Sains. Makalah disajikan dalam Simposium Nasional Inovasi dan Pembelajaran Sains, UPI, Bandung, 8-9 Juni. Herlanti, Y,. Rustaman, N. Y., Rohman, I., & Fitriani, A. 2012. Kualitas Argumentasi Pada Diskusi Isu Sosiosaintifik Mikrobiologi Melalui Weblog. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 1 (2): 168-177. Hofstein, A., Eilks, I., & Bybee, R. 2011. Societal Issues and Their Importance For Contemporary Science Education—A Pedagogical Justification and The StateOf-The-Art In Israel, Germany, and The Usa. International Journal of Science and Mathematics Education, 8 (9): 1459-1483. Khishfe, R. & Lederman, N. G.2007. Relationship between Instructional Context and Views of Nature of Science. International Journal of Science Education, 29 (8): 939-961. Komalasari, K. 2014. Pembelajaran Kontekstual Konsep dan Aplikasi. Bandung: PT Refika Aditama. Kowiyah. 2012. Kemampuan Berpikir Kritis. Jurnal Pendidikan Dasar, 3 (5): 175-179. Kucuk, M. 2008. Improving Preservice Elementary Teachers' Views of the Nature of Science Using Explicit-Reflective Teaching in a Science, Technology and Society Course. Australian Journal of Teacher Education, 33 (2): 15-40. Lederman, N. G. 2006. Syntax Of Nature Of Science Within Inquiry and Science Instruction. Dalam B. Flick and N. G. Lederman (Eds.), Scientific Inquiry and Nature of Science (hlm. 301-317). Dordrecht, Netherlands: Springer. Lederman, N. G. 2007. Nature of Science: Past, Present, and Future. Dalam S. K. Abell & N. G. Lederman (Eds.), Handbook of research in science education (hlm. 831-879) Mahwah, New Jersey: Lawrence Erlbaum Publishers. Lorsbach. 2008. The Learning Cycle as a Tool for Planning Science Intruction, (Online) (http://www.coe.ilstu.edu) diakses 8 November 2016. Mamu, H. D. 2014. Pengaruh Strategi Pembelajaran, Kemampuan Akademik dan Interaksinya terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Kognitif IPA Biologi. Jurnal Pendidikan Sains, 2 (1): 1-11. Marek, E. A. 2008. Why the Learning Cycle?. Journal of Elementary Science Education, 20 (3): 63-69. Normaya, K. 2015. Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Dengan Menggunakan Model Jumaca Di Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Pendidikan Matematika, 3 (1): 92-104. Purwanti, W. 2012. Learning Cycle sebagai Upaya Menciptakan Pembelajaran Sains yang Bermakna.. Prosiding disajikan dalam Seminar Nasional Penelitian Pendidikan dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA, UNY, Yogjakarta, 4 Desember. Quitadamo, I.J., Celia L.F., James E.J., & Marta, J. K. 2008. Community-based Inquiry Improves Critical Thinking in General Education Biology. Science Education Journal, 7: 327 – 337. Rahayu, S. 2015. Meningkatkan Profesionalisme Guru Dalam Mewujudkan Literasi Sains Siswa Melalui Pembelajaran Kimia/Ipa Berkonteks Isu-Isu Sosiosaintifik (Socioscientific Issues). Makalah disajikan dalam Konferensi Nasional UNDANA, Kupang, 8 Mei. Rahayu, S. 2016. Mengembangkan Literasi Sains Anak Indonesia Melalui Pembelajaran Berorientasi Nature Of Science (NOS). Makalah disajikan dalam Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam Bidang IPA Pada Fakultas MIPA, disampaikan pada Sidang Terbuka Senat Universitas Negeri Malang. Malang, 17 Maret 2016. Reis, G., & Galvao, C. 2009. Teaching Controversial Socio-Scientific Issues in Biology and Geology Classes: A Case Study. Electronic Journal of Science Education, 13 (1): 1-24. Sadler, T. D. & Zeidler, D. L. Patterns Of Informal Reasoning In The Context Of Socioscientific Decision Making. Journal Of Research In Science Teaching, 42 (1): 112-138. Sani, R. A. 2014. Pembelajaran Saintifik untuk Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Bumi Aksara. Subiantoro, A. W., Ariyanti, N. A., & Sulistyo. 2013. Pembelajaran Materi Ekosistem Dengan Socio-Scientific Issues Dan Pengaruhnya Terhadap Reflective Judgment Siswa. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 2 (1): 41-47. Tal, T., & Kedmi, Y. 2006. Teaching socioscientific issues: classroom culture and students’ performances. Cultur Science Education. http://doi 10.1007/s11422006-9026-9. Tim Puspendik. 2012. Analisis Hasil Belajar Peserta Didik Dalam Literasi Membaca Melalui Studi Internasional (Pirls) 2011. Jakarta: Pusat Penelitian Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Trianto. 2011. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka. Wena, M. 2009. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer: Suatu Tinjauan Konseptual Operasional. Jakarta: Bumi Aksara. Wongsri, P., & Nuangchalerm, P. 2010. Learning outcomes between Socioscientific Issues-Based Learning and Conventional Learning Activities. Journal of Social Sciences 6 (2): 240-243.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


ISBN: _________________________

Pascasarjana Universitas Negeri Malang

Jl. Semarang 5 Malang

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.